Senin, 19 Agustus 2013

Kursus Online Teaching and Learning 1 (minggu 1)



Sejak minggu lalu aku mengikuti kursus online tentang Teaching and Learning yang diadakan oleh www.coursera.org, ternyata walaupun aku telah mengajar lebih dari 10 tahun, tapi saat mengikuti kursus ini rasanya pandanganku dan pengetahuanku tentang belajar dan mengajar serasa terlalu dangkal dan masih banyak yang harus aku pelajari.

Kursus ini diadakan oleh Commenwealth of Education Trust dan materi disampaikan oleh 
Profesor Mac Beath

Kursus ini terbagi dalam 4 minggu, setiap minggu diadakan kuis. Perminggu ada 4 materi yang harus dipelajari yang disediakan dalam bentuk video, power point dan text.

Kursus minggu 1
Video 1 Tentang kursus
Tujuan mengajar : bukan untuk menghasilkan pembelajaran, tapi untuk menghasilkan kondisi untuk pembelajaran.
Kursus minggu 1 video 2
Pertanyaan penting :
  • Apa arti menjadi guru?
  • Apa yg sudah saya pelajari tentang mengajar?
  • Apa pengalaman mengajar saya yang paling kuat?
 Hal yang berkaitan dengan mengajar :

1.       Rencana mengajar
2.       Peserta didik dan pembelajaran
3.       Kurikulum
4.       Ujian
5.       Profesionalitas
6.       Hubungan dengan pihak lain

Yang harus kita ketahui sebelum membuat rencana pembelajaran :

1.       Siapa peserta didik kita?

2.       Apa yang mereka ketahui, mereka rasakan  dan mereka kerjakan?

3.        Bagaimana kita mendorong murid kita ke jalan yang benar dan berarti bagi mereka?

4.       Apa strategi yang paling efektif untuk menggiatkan pembelajaran?

5.       Apa teori pokok dalam pembelajaran?

Pertanyaan tentang kurikulum :

1.       Apa arti ‘kurikulum’ bagi kita?

2.       Adakah pengertian yang lain dari ‘kurikulum’?

3.       Apa perbedaan pengertian kedua ‘kurikulum tersebut?

4.       Apa hubungan antara murid saya dengan kurikulum?

5.       Bagaimana saya menggunakan kurikulum untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran pada siswa?

Rencana Mengajar dan pembelajaran (rencana persiapan pembelajaran)

1.       Formulating Goals (menetapkan tujuan)

2.       Engaging student (mempersiapkan siswa)

3.       Planning lessons (Perencanaan pelajaran)

4.       Organising resourses (mengatur sumber belajar)

5.       Developing strategis (mengembangkan strategi)

6.       Comunicating achievement (komunikasi yang baik)

Macam-macam tes

1.       Tes diaknostik

2.       Tes formatif

3.       Tes sumatif

4.       Rapor

Diantara ketiga tes tersebut harus ada feedback atau evaluasi bagi kita.
Pengembangan hubungan dengan :

1.       Siswa

2.       Teman sejawat

3.       Keluarga

4.       Komunitas yang lebih luas

5.       Kepala sekolah

Apa pengertian menjadi guru professional?

1.       Etika (sopan santun)

2.       Kode etik dan standar mengajar

3.       Tanggung jawab secara administrative

4.       Filisofi pribadi dalam mengajar

5.       Menjadi bagian dari komunitas pembelajaran untuk berbagi ilmu

6.       Mencari nasehat bagaimana meningkatkan pengajaran

7.       Rencana pengembangan masa depan sebagai guru

Apa yang kita inginkan untuk anak-anak kita?
Menurut Gadner  (1999) , saya ingin anak-anak saya mengerti tentang dunia bukan hanya Karena dunia sangat menarik dan pikiran manusia sangat ingin tahu , tapi saya ingin mereka mengerti dunia agar mereka dapat membuat dunia lebih baik.

Pengetahuan tidak sama dengan moral, tapi kita harus mempunyai pengetahuan untuk menghindari kesalahan masa lalu dan bergerak kea rah yang produktif. Bagian penting dari pengertian ini  adalh mengetahui siapa kita dan apa yang dapt kita lakukan. (Gagner 1999, 180-181

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Hari ini, Sabtu 17 Agustus 2013 aku mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan RI yang ke 68. Pagi hari jam 6.30 WIB aku sudah siap berangkat dari rumah setelah bersibuk ria di dapur mempersiapkan sarapan anak2 ku. Perjalanan ke lokasi ditempuh sekitar 20 menit, sehingga sampai di tempat upacara, peserta yang lain sudah mulai berbaris.

Pakaian yang seharusnya dikenakan adalah seragam korpri yang baru, tapi berhubung kami, para guru belum mendapat seragam korpri yang baru, terpaksa kami memakai seragam yang lama. Tapi hal itu tidak mengurangi kehikmatan dalam upacara kali ini.

Yang menjadi unspektur upacara hari ini adalah bapak camat uang baru satu bulan menduduki janatannya, sehingga sekaligus ajang memperkenalkan diri bagi pak camat kepada warganya. Walaupun aku tidak tinggal di kecamatan ini, tapi aku mengajar di sini, sehingga akupun termasuk warganya dan wajib hadir jika ada undangan seperti ini.

Jumat, 02 Agustus 2013

Mengapa Qur'an Surat At-taubah tidak diawali basmalah?

Saat membaca Qur'an kita selalu menemukan bacaan basmalah disetiap permulaan surat, tetapi lain halnya dengan surat At-taubah yang tidak diawali dengan basmalah.

Ada apa sebenarnya? Mengapa saat permulaan surat At-taubah kita tidak boleh membaca basmalah?

Dari beberapa sumber,  saya mendapat jawaban

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah ditanya :

ما الحكمة في نزول سورة التوبة بدون البسملة‏؟‏

Apakah hikmah diturunkannya surat At Taubah tanpa diawali basmalah ?

Syaikh hafidzahullah menjawab :

نعم كل سورة من القرآن تأتي في بدايتها ‏”‏بسم الله الرحمن الرحيم‏”‏ إلا سورة التوبة، وقد أجابوا عن هذا بجوابين‏:‏

Na’am, semua surat dari Al Qur’an diawali dengan basmalah kecuali surat At Taubah, para ulama’  menerangkan sebab hal ini dengan dua jawaban :

الأول‏:‏ أن سورة التوبة مكملة لسورة الأنفال فلذلك لم تأت في بدايتها ‏”‏بسم الله الرحمن الرحيم‏”‏، لأنها مكملة لسورة الأنفال‏.‏

Pertama : sesungguhnya surat At Taubah merupakan lanjutan dari surat Al Anfal, oleh karena itu tidak diawali dengan basmalah, karena ia menyempurnakan surat Al Anfal.

والقول الثاني‏:‏ أن سورة التوبة لم تأت قبلها البسملة لأنها سورة ذكر فيها الجهاد وقتال الكفار وذُكر فيها وعيد المنافقين وبيان فضائحهم ومخازيهم، و‏”‏بسم الله الرحمن الرحيم‏”‏ يؤتى بها للرحمة وهذا الموطن فيه ذكر الجهاد وذكر صفات المنافقين، وهذا ليس من مواطن الرحمة بل هو من مواطن الوعيد والتخويف‏.‏ فلذلك لم تذكر ‏”‏بسم الله الرحمن الرحيم‏”‏ في بدايتها‏.

Kedua : sesungguhnya alasan surat At Taubah tidak diawali dengan basmalah karena isi surat At Taubah tentang jihad dan memerangi orang-orang kafir. Disana juga disebutkan ancaman yang keras terhadap orang-orang munafiq serta penjelasan akan tipu daya mereka. Adapun bacaan basmalah disebutkan untuk sesuatu yang mengandung rahmat. Sedangkan isi surat At taubah yang menyebutkan jihad dan sifat-sifat orang munafiq bukanlah tempat untuk menyebutkan rahmat namun tempat menyebutkan ancaman dan untuk membuat orang takut. Oleh karena itu tidak disebutkan basmalah diawal surat At taubah.

Sumber : http://islamancient.com/play.php?catsmktba=80882

Sumber yang lain menyatakan :


Pendapat Pertama mengatakan bahwa telah menjadi kebiasaan orang orang Arab pada zaman dahulu apabila ada di antara mereka perjanjian tertulis maka mereka menuliskan bismillah, akan tetapi jika ingin membatalkan perjanjian tersebut, mereka menuliskannya tanpa membubuhi basmallah. Ketika turunnya Surat at-Taubah yang menandai tidak berlakunya perjanjian antara Rasulullah dan orang musrikin, Rasulullah s.a.w. mengutus Ali bin Abi Thalib membacakan surah tersebut dengan tanpa menyertakan basmallah di awalnya

Kedua, surat at Taubah berdekatan dengan surat al Baqoroh dan mempunyai kesamaan antara keduanya, maka tidak dituliskan basmalah di awal surat.

Ketiga, pendapat yang mengatakan bahwa ketika dilakukan kodifikasi mushaf pada zaman kakhalifahan Ustman r.a, terdapat perbedaan pendapat antara para penulis mushaf, apakah surah at-Taubah dan al-Anfal merupakan satu surah atau dua surah yang berbeda? Untuk mengambil jalan tengah dari dua pendapat tersebut, maka ditetapkan bahwa surah at-Taubah dan al-Anfal adalah dua surah dengan tanpa menuliskan basmallah di awal surat at-Taubah.

Keempat, diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, ketika ditanya oleh Ali bin Abi Thalib kenapa tidak dituliskan basmalah diawal surat Taubah? Beliau menjawab, "bismillahirrohmanirrohim" mempunyai makna keamanan dan perdamaian, dan surat at-Taubah turun dalam bayang-bayang pedang ketika perang Tabuk, dimana tidak ada situasi aman pada saat itu. Basmallah itu sendiri menyiratkan makna rahmat kasih sayang, sedangkan surah at-Taubah anyak berisi kecaman dan sanggahan terhadap sikap orang-orang munafiq dan orang kafir, maka tidak ada rahmat bagi mereka.
Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa malaikat Jibril tidak menyertakan basmalah ketika menurunkan surah at-Taubah.

Demikian, beberapa hal mengapa surat At-taubah tidak diawali basmalah.