Rabu, 16 November 2022

Penerapan Budaya Positif di Sekolah

Budaya positif merupakan kebiasaan-kebiasaan baik yang berasal dari kebajikan universal yang sudah dilaksanakan secara alami yang digerakkan oleh motifasi internal atau membudaya. Untuk membuat budaya positif di sekolah harus dimulai dari disiplin positif.

Disiplin positif merupakan disiplin diri yang membuat seseorang menggali potensi dirinya menuju suatu tujuan yang didorong oleh motifasi dalam diri sendiri sehingga mereka dapat mereka dapat mengontrol perilakunya sendiri sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal.

Didiplin positif di sekolah dapat dilakukan jika semua guru dan warga sekolah memiliki pandangan atau visi sekolah yng sama untuk mewujudkan disiplin positif tersebut. Jika para guru sudah memiliki kesepkatan dan keyakinan yang sama dalam menjalankan pembelajaran yang berpihak pada murid, maka langkah selanjutnya adalah membuat kesepakatan kelas dengan murid. Kita gali semua potensi siswa kita. Berikan kebebasan mereka berpendapat, dengarkan dan berusaha memenuhi kebutuhan murid kita yang unik. 

Setelah kesepakatan di kelas dapat dilaksanakan, maka pada akhirnya, kesepakatan itu akan menjadi keyakinan kelas yang secara sadar akan dilaksanakan semua warga kelas. Jika keyakinan tersebut sudah menjadi kebiasaan, maka langkah selanjutnya membuat keyakinan sekolah yang melibatkan semua warga sekolah. Maka tidak akan lagi ada peraturan sekolah, tetapi keyakinan sekolah.

Contoh keyakinan kelas


Jika sekolah sudah memiliki keyakinan sekolah, maka tidak akan lagi ada hukuman. Tetapi membangun kesadaran dirilah yang akan terjadi. Sehingga semua penyelesaian masalah yang terjadi di sekolah akan dapat diatasi dengan metode segitiga restitusi. 

Dengan segitiga restitusi, guru perlu menstabilkan identitas siswa, kemudian memvalidasi tindakan yang salah lalu menanyakan keyakinan kelas/sekolah yang telah disepakati dan mendorong siswa untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Siswa didorong untuk memunculkan motifasi dari dalam dirinya untuk kembali kepada keyakinan kelas/sekolahnya.

Oleh: Suzi Budianna (CGP A6-16 Sampang)

Selasa, 12 Juli 2022

Pelatihan GWE Gratis

 


Halo Bapak/Ibu guru di seluruh Indonesia
Cari tahu yuk!!!
☑️ Bagaimana Memanfaatkan Akun Pembelajaran (belajar.id) dalam rangka menuju Merdeka Belajar?
☑️ Bagaimana Memanfaatan fitur dari Google Workspace for Education pada Akun Pembelajaran (belajar.id)?
Temukan jawabannya dengan mengikuti *Diklat Pemanfaatan Akun Pembelajaran dengan Google Workspace for Education menuju Merdeka Belajar*
Yang diselenggarakan *Direktorat Jenderal GTK* bekerja sama dengan *REFO Indonesia*, *Google for Education*, *Dinas Pendidikan Kab. Sampang*, *Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kab. Sampang* dan *PGRI Kab. Sampang*, pada :
*Pertemuan 1*
🗓️ Sabtu, 23 Juli 2022
🕗 13.00 - 15.00 WIB
*Pertemuan 2*
🗓️ Minggu, 24 Juli 2022
🕗 09.00 - 12.00 WIB
🖥️ gmeet-youtube-google classrom-grup telegram
Klik link berikut untuk daftar : DAFTAR

*Konfirmasi Pendaftaran*
Eva S (082331371377)
Jamaluddin (085156195065)
Rahmawati (087723398309)

*GRATIS*
Segera daftar...*Salam Merdeka Belajar!!!*

Rabu, 06 Juli 2022

Google Master Trainer Level 1 Batch 7

 Halo para guru hebat di Indonesia, pelatihan Google Master Ttainer Level 1 telah dibuka kembali. Refo Indonesia



bersama Kendikbudristek telah membuka kesempatan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan untuk mengikuti pelatihan Google Master Trainer level 1. 


Apa saja syaratnya? 


Untuk melihat tingkat aktivasi akun belajar.id, silahkan cek di Aktivasi akun belajar.id
Jika ingin pendampingan, boleh mencantumkan akun belajar.id mentor suzibudianna12@guru.smp.belajar.id

Ayo bapak/ibu guru hebat se Indonesia, jangan sia siakan kesempatan ini, segera mendaftar sebelum 28 Juli 2022.

Fasilitas :
Sertifikat 32 JP dari Kemendikbudristek dan Refo Indonesia
Vocer gratis ujian Google Master Trainer Level 1 senilai $10 
Mendapat bimbingan dari Master Trainer Google
Mendapatkan materi Google Workspace for Education

Link pendaftaran : DAFTAR





Selasa, 01 Februari 2022

Rakerda IGI Sampang

 Rapat kerja daerah IGI kabupaten Sampang dihadiri pengurus IGI Sampang sebanyak 21 orang. 

Ketua IGI Sampang, Fadlun Duifa menyampaikan tujuan dari diadakannya Rakerda, yaitu sebagai titik tolak dalam pembuatan program kerja dalam 1 tahun ke depan. Ada usulan untuk program kita harus memiliki fokus antara lain peningkatan kompetensi menulis dan pembuatan media.

Diharapkan program IGI dapat berkesinambungan dengan program kerja Dinas Pendidikan atau Dinas lain karena sudah ada dukungan dari pemerintah kabupaten Sampang.

Masa kepengurusan saat ini masih ada 1 tahun dalam mengembangkan IGI.

IGI perlu mengadakan pembinaan kepada anggota sehingga dapat melahirkan pemimpin yang kharismatik, yang dicintai dan menjadi manajer yang baik. Ini merupakan Raker yang pertama dihadiri pihak Dinas pendidikan.

Untuk kedepannya semoga IGI dapat melakukan regenerasi ke depannya.

Kasi SMA bpk Mashudi, S.Pd., M.Pd. yang mewakili Kacab. Sampang,  berterima kasih atas perhatian IGI dalam dunia pendidikan. IGI diharapkan bersinergi dengan orprof yang lain.  

Semoga IGI dapat mendukung kegiatan yang dapat meningkatkan inovasi dalam mendukung pendidikan. Tujuan utama pendidikan adalah meningkatkan prestasi siswa. Sehingga diharapkan peningkatan kompetensi guru dapat meningkatkan  inovasi dalam pembelajaran.